Sebuah Kisah, Selaksa Mimpi dan Kenangan di Jendela Leiden






Judul Novel    : Kisah Langit; Seberkas  Biru               di Jendela Leiden
Penulis                         : Arum Effendi
Peneribit                      : Qanita
Cetakan                       : Pertama, Juli 2013
Jumlah Halaman          : 321 Halaman
ISBN                           : 978-602-9225-91-4
Peresesnsi                   : Lisvi Naelati Fadlillah, Penggiat komunitas Penikmat Buku                       BOOKLICIOUS Kota Malang dan Pesincta Riset dan Penulisan (PERS) FISIP UMM.
 
 Kisah Langit ditulis oleh seorang mahasiswi Sastra Inggris yang karya beberpa kali memenangkan saymebara menulis seperti runer-up lomba menulis novel Islami Depag, dan Pemenang Penghargaan Sayembara Menulis Cerita Bersambung Majalah Femina. Novel ini menuturkan sebuah kisah dengan selaksa mimpi dan kenangab di jendela Leiden dengan penuturan dua tokoh sekaligus.

            Penulis memilhi gaya bercerita yang ringkas dan sederhana. Untuk dua tokoh sekaligus yang menjadi tokoh orang pertama dengan penggunaan kata ganti orang pertama aku dan saya. Gaya ini memberikan beberapa kesan, pertama gaya ini tidak semua penulis mahir bahkan bisa menuturkan. Kedua, ada beberapa bagian yang menjadikannya agak membingungkan mengenai tokoh aku atau saya yang sedang bercerita ketika ada dalam satu anak judul dua tokoh bercerita sekaligus, dan kita dituntut untuk sadar tentang tokoh aku atau saya yang sedang bercerita. 

            Berlatar di Kota Kembang Bandung penulis berkisah tentang seorang gadis kecil (Rahani) yang bersahabat dengan seorang anak tetangga depan (Bayu). Bayu selalu berkata jujur bahwa permainan musik Rahani jelek, dan lebih baik dia menggambar saja. Dibawah jendela besar dengan mozaik pesawat yang tertera Leiden dikusennya itulah ia banyak menghabiskan waktu menggambar dan berlatih harpa dengan Bayu semasa kecil.

Bunda Rahani adalah seorang guru musik, dan kakaknya (Rihan) sejak usia dini telah fasih memainkan alat musik harpa. Rahani kecil tidak suka ia dipaksa bundanya untuk berlatih harpa seperti sang kakak. Pendengarannya bermasalah ketika ia didiagnosa terkena meningitis dan membuatnya harus mengenakan hearing aid untuk menyokong pendengarannya. Permasalahan datang berturut-turut tatkala Bayu sahabat yang dianggap paling mengerti dirinya tiba-tiba pindah ke Jogja tanpa pamit saat dia dihukum bundanya tidak keluar rumah selama seminggu karena berbohong telah menghilangkan hearing aid agar terhindar dari latihan harpa. Setelah kepergian Bayu ke Jogja, ia harus kehilangan Ayah dan Kakaknya dalam kecelakaan kebakaran dihotel tempat ayah dan kakaknya menginap sewaktu kakaknya akan tampil dalam resital. Kehilangan ini menggali duka yang dalam dan berkepanjangan bagi bundanya yang membuat Rahani harus merawat bundanya yang hanya meratap dan tak pernah beranjak dari pembaringan bahkan untuk buang hajat.

            Ia berkuliah di jurusan Teknik Arsitektur, ia masih mengagumi mozaik pesawat di jendela Leiden tempat sejak semasa kecil ia habiskan bersama Bayu. Tiba-tiba Bayu muncul kembali, mengingatkan dia dengan romansa sahabat kecil yang bersama kepergiannya ia merasa kehilangan. Sosok baru muncul, Antariksa Ganidar. Ia banyak menggambar pesawat dari berbagai jenis dan maskapai tetapi tidak suka pesawat apalagi menainkinya. Ia memiliki trauma karena kehilangan ayahnya saat kecelakaan saat ia dan ayahnya akan kembali ke Leiden. Tokoh Riksa (Antariksa Ganidar) adalah tokoh kedua yang bercerita dengan kata ganti orang pertama saya sedang Rahani adalah tokoh pertama yang menggunakan kata ganti orang pertama aku. Riksa adalah mahasiswa Astronomi, selanjutnya ia pun banyak menghabiskan waktu bersama Rahani di bawah jendela Leiden, Rahani menghabiskan waktu menggambar sketsa-sketsa tugas dan Riksa mengerjakan tugas pengamatan langit dengan teleskop portabelnya. Sedangkan Bayu, pemilik romansa mas lalu Rahani menjadi sosok yang sama sekali berubah, ia senang mabuk-mabukan, berkata kasar dan bergonta-ganti perempuan. Namun Rahani masih menyimpan kerinduan tentang Bayu.

            Baik Rahani dan Riksa bermimipi melanjutkan studi master ke Leiden, namun alasan sesungguhnya berbeda. Rahani sungguh-sungguh bermimpi tentang Leiden karena jendela Leiden, sedang Riksa ingin mencari sisa keluarganya, mama dan adiknya yang tak pernah ia temui sejak kecelakaan bersama ayahnya ketika ia berumur empat tahun. Sedangkan Bayu berencana melanjutkan studi ke Singapura. Impian mereka terwujud, Rahani dan Riksa melanjutkan master di Universitet Leiden, sedang Bayu pergi ke Singapura. Rahani diperkenalkan dengan tanpa sadar dengan Opa Riksa (ayah angkat mama Riksa) yang seorang Belanda. Sedang Riksa benar-benar menemukan mama dan adik yang tak pernah ia ingat wajahnya. Selama empat bulan di Leiden Rahani dan Riksa tak pernah bertemu, di hari ke 122 Bayu datang berkunjung. Mereka janjian makan di restoran Cina, dan getar cemburu mulai hinggap dalam dada Rahani ketika Riksa datang bersama dengan Leive yang tak lain adalah adiknya. Status Leive terus menjadi batu prasangka dalam kepala Rahani, Leive adalah kekasih baru Riksa, dan hatinya pahit.

            Libur natal membawa niatnya untuk berlibur jalan-jalan ke Amsterdam, pada hari yang sama Riksa pun hendak pergi ke Amsterdam tetapi tanpa saling mengetahui. Riksa enggan mengajak Rahani karena ia merasakan sikap Rahani yang kaku dan membuatnya canggung, meskipun ia sangat ingin menepati janjinya pergi berlibur bersama Rahani ke Amsterdam. Sedang Rahani dalam waktu setengah menit berubah haluan dan menaiki tram ke Den Haag. Sebuah kecelakaan pun menimpa tram yang dinaiki Rahani. Membuat Rahani kehilangan kaki kiri lantaran di amputasi. Kehilangan kaki kiri tak membuatnya benar-benar terpuruk, lantaran Riksa akhirnya mengungkapkan perasaannya yang sulit diterima Rahani lantaran ia merasa berbeda. Setelah dua tahun mereka pun kembali ke Bandung, bunda Rahani yang selama ini dirawat neneknya pun secara fisik membaik. Ia terlihat lebih segar meskipun masih jauh dalam keduakaan. Kemudian kondisinya membaik dan mengenali Rahani sebagai Rahani dan bukan sebagai Rihan (kakaknya), ini menjadi kebahagiaan yang teramat besar baginya. Ibunya pun kembali menjadi guru musik.

            Ketika Rahani tidak sadar pasca kecelakan tram menuju Den Haag Riksa menjanjikan akan mengijinkan Rahani merenofasi rumahnya yang memiliki jendela Leiden. Rihana mengidamkan rumah besar dengan balokon yang luas agar kelak Riksa dapat melakukan pengamatan antariksa diatasnya. Mereka berdua jatuh cinta pada perbintangan langit malam.

            Melalui kisah ini kita dihidangkan dengan aneka kejutan dan kemungkinan yang dapat menimpa siapa saja seperi kecelakaan dan kuliah ke Leiden (keluar negeri). Nama-nama tokoh dalam kisah ini menurut saya berrima dengan R sebagai huruf depan nama ataupun panggilan seperti Rahani, Rihan, Bli Rae (teman Rahani di rumah Opa Riksa), Riksa, dan beberapa nama lain seperti Raras, ini berarti dua unik atau kurang variatif. Ada beberapa hal yang juga menjadi perhatian saya. Pertama, tentang perubahan Bayu dan seteru dengan orang tuanya yang kurang jelas, juga mengenai perubahan perilaku Bayu yang berubah lerbih merusak diri seperti suka minum-minum dan perempuan hal ini penting karena tokoh Bayu cukup sering muncul, seharusnya ada penjelasan. Kedua, tentang pacar Riksa yang “dilenyapkan” begitu mudah. Ketiga, mengenai pekerjaan Ayah Rahani yang kurang jelas (karena diakhir disebutkan ia dan ibunya bisa melanjutkan hidup dengan pensiunan ayahnya). Keempat, mengenai silsilah keluarga Riksa yang super duper rumit, seperti ayahnya yang seorang Belanda, Ibunya orang Indonesia tetapi diadopsi orang Belanda, opanya yang semula saya pikir opa dari pihak ayah tapi ternyata dari pihak ibu, lalu paman atau bibi (ayah ibu Bayu) yang menjadi saudara ibunya (padahal ibunya diadopsi dan tak bisa kembali ke Bandung. Terakhir yang membuat saya harus mengernyitkan kening adalah ketika saya membaca sinopsis disampul belakang, kesalahan penulisan saya pikir dengan menyebut alat musik cello yang dimainkan oleh Rahani, padahal alat musik yang dimaksud adalah harpa. Paling terakhir saya ucapkan selamat membaca sebuah kisah, selaksa mimpi dan kenangan di jendela Leiden. 



Komentar

  1. mantaaap, penulisnya ada fbnya kok coba aja laporin ke dia kalau kamu buat resensi novelnya :)

    BalasHapus
  2. bolavita agen Slot Online terpercaya degan bonus dan pelayanan terbaik

    Ayo segera daftarkan menjadi angota baru bolavita hanya modal 50 rbu
    bisa jadi jutawan hanya ada di bolavita.club

    hanya dengan mebuktikan sendiri baru akan percya ayo segera daftar y tunngu ya
    degan pelayanan 24 jam yg sangat ramah dan baik

    Bonus cash back 10% untuk setiap member

    ayo segera daftar dan buktikan sendiri
    info lbh lanjut:

    WA: +62812-2222-995

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer